Sail Bunaken 2009, Jayalah Lautku

Ide kegiatan Sail Bunaken 2009 mengemuka setelah rencana kegiatan World Ocean Conference (WOC) ditetapkan pada tahun 2008 lalu. Saat itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi berbincang dalam suasana informal dengan Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, DKP Aji Sularso. Dalam kesempatan itu, Aji Sularso mengemukakan bahwa kegiatan WOC merupakan sebuah momentum politik RI dalam mengelola potensi laut secara benar. Karena itu, sebagai tidak lanjut dari WOC, perlu diadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Lantas, tercetuslah ide pelaksanaan Sail Bunaken 2009. Ide ini sebetulnya diangkat dari acara tahunan yang telah dilakukan, yaitu Sail Indonesia. Kegiatan Sail Indonesia telah dilakukan secara rutin setiap tahun berupa reli kapal layar dari Darwin, Australia, menuju kawasan timur Indonesia.
Untuk tahun 2009, kegiatan Sail Indonesia dikembangkan menjadi Sail Bunaken 2009 dengan lokasi finis di kota pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Dalam kegiatan ini, sekitar 70 yacht (kapal layar) mengikuti kegiatan. Setelah finis di Kota Bitung, para peserta reli disuguhi berbagai atraksi wisata, serta festival makanan laut dan mengunjungi lokasi wisata di Sulawesi Utara. Dalam kegiatan Sail Bunaken, aktivitas tidak hanya berupa kegiatan reli yacht, tetapi juga dengan pemecahan rekor selam massal dan Indonesia Fleet Review (parade kapal perang).
Karena itu, selama beberapa hari, Kota Manado menjadi begitu meriah. Pada Selasa (19/8) sore, tiga pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK TNI AU membelah langit Manado. Jet tempur produksi Rusia itu melintas di atas kapal layar tiang tinggi KRI Dewaruci yang berlayar di permukaan perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. Di atas tiang layar, para kadet Akademi Angkatan Laut memberi salam dengan melambaikan topi kepada para tamu yang menyaksikan dari tribun Blue Banter Citywalk, Manado, dalam kegiatan Indonesia Fleet Review.
Menkopulhukam Widodo AS menerima penghormatan dari tribun kehormatan. Awalnya, kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun presiden tidak dapat menghadiri kegiatan penghormatan dari awak kapal perang 30 negara sahabat itu, sehingga Widodo AS menggantikan posisi presiden, sekaligus membacakan amanat tertulis presiden.
Terbang lintas itu juga diikuti pesawat intai TNI AL, Nomad dan Cassa 212, dan empat pesawat F-16 TNI AU. Terbang lintas diawali dengan lepas landasnya empat pesawat F-18 Hornet dari atas landasan kapal Induk Amerika Serikat USS George Washington yang berparade bersama 37 kapal perang lainnya di Teluk Manado, sebagai kegiatan penutup Sail Bunaken 2009 sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia.
Masyarakat Manado pun memadati sepanjang pantai Teluk Manado, menyaksikan parade kapal perang Fleet Review. Parade dipimpin oleh kapal induk AL AS, USS George Washington, diikuti dengan kapal-kapal perang dari 24 negara sahabat. Dalam jarak sekitar satu mil laut, rangkaian kapal perang itu menyusuri Teluk Manado. Setiap kapal melintas di depan mimbar kehormatan, mereka memberi penghormatan sekaligus meneriakkan yel-yel “Indonesia Merdeka”.
Sebelumnya, pada Selasa (18/8), sekitar 2.000 awak kapal perang negara sahabat itu mengikuti kirab kota di sepanjang Jalan Boulevard, Kota Manado. Selain menyapa warga Manado, para pelaut itu juga menampilkan drumben bersama dengan atraksi seni warga Manado yang menjadi peserta karnaval.
Sementara itu, tepat pada pukul 10.00 WITA, pada Senin (17/8), sebanyak 2.486 penyelam memperingati detik-detik Proklamasi di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut, Pantai Malalayang, Manado. Ribuan penyelam, baik anggota TNI Polri maupun penghobi olahraga selam, mengikuti upacara di bawah laut. Upacara bendera dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksdya TNI Moekhlas Sidik dengan komandan upacara, Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul.
Penyelaman itu dimulai dari Pantai Malalayang secara bergelombang. Dengan peralatan lengkap, dan tabung oksigen di punggung, para penyelam memasuki laut dengan berjalan di pinggir pantai. Mereka bergerak dengan berenang dari pinggir ke lokasi upacara sejauh 100 meter yang sudah ditandai dengan titik-titik penyelaman sesuai simbol huruf.
Setelah itu, semua peserta selam menempati posisi di permukaan laut. Kemudian sesuai aba-aba, para penyelam mengempeskan rompi selam mereka dan mulai tenggelam ke dasar laut. Di dasar laut, mereka kemudian berbaris berbanjar dari barat ke timur. Barisan terdiri dari 54 grup, yang terdiri dari 50 penyelam yang dipimpin oleh komandan regu. Komandan regu dan wakilnya sekaligus menjadi tim SAR bila terjadi kondisi darurat.
Para penyelam selanjutnya berbaris dengan posisi berlutut di dasar laut. Rangkaian tali yang terikat di dasar laut menjadi pegangan agar para penyelam tidak melayang ke atas.
Setelah para penyelam berbaris rapi, komandan dan inspektur upacara memasuki lapangan upacara. Komandan upacara berlutut di depan barisan peserta upacara, menghadap tiang bendera dan inspektur upacara. Mimbar upacara cukup unik, dikelilingi bongkahan terumbu karang.
Seperti halnya upacara di darat, berbagai kegiatan dilakukan tata upacara berupa pengibaran bendera merah putih yang diringi lagu Indonesia Raya, dan pembacaan naskah Proklamasi. Para peserta dapat mendengar prosesi itu, karena telah ditempatkan speaker khusus di dalam laut. Aba-aba komandan dan inspektur upacara dapat didengar peserta, karena kedua pejabat itu menggunakan masker khusus yang dilengkapi mikrofon. Dengan demikian, wawancara pun bisa dilakukan di bawah laut.
Upacara bendera di bawah laut ini masuk rekor Guinnes World Record sebagai upacara bendera pertama kali yang dilakukan di dasar laut. Sedangkan dalam jumlah peserta, kegiatan selam ini juga telah memecahkan rekor penyelaman massal, yakni sebanyak 2.486 peserta upacara pada Hari Kemerdekaan, dan 2.465 penyelam sehari sebelumnya di Pantai Malalayang.
Selama ini, rekor dunia selam massal secara berturut-turut dicatatkan oleh Australia pada tahun 2004 dengan 600 penyelam, kemudian Thailand pada tahun 2005 pada Festival Kohtao sebanyak 725 penyelam dan di Maladewa tahun 2007 sebanyak 958 penyelam.
Menurut Aji Sularso, tahun 2010 mendatang akan dilakukan kegiatan Sail Maluku, sebagai rangkaian kegiatan lanjutan Sail Bunaken. Dengan kegiatan tahunan tersebut, diharapkan dapat mengukuhkan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia. Jalesveva jayamahe!

Menyusuri Keindahan Pulau Kodingareng Keke

Makasssar-Pulau Kodingareng Keke merupakan salah satu dari 11 pulau yang berada dalam wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pulau yang menjadi andalan wisata Kota Makassar ini, terletak di sebelah utara Pulau Kodingareng Lompo dan berjarak 13,48 kilometer dari Makassar.
Bentuk pulaunya memanjang dari timur laut hingga barat daya.

Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh pecahan karang yang beraneka ukuran hingga berbentuk kerikilan. Sedangkan pada sisi utara pulau ini terhampar pasir putih yang berukuran sedang sampai halus dan bentuknya berubah mengikuti musim barat dan timur.
Untuk menuju Pulau Kodingareng Keke ini dari Kota Makassar, tidak tersedia transportasi reguler. Namun wisatawan dapat menyewa perahu motor carteran (sekoci) 40 PK di Popsa yang merupakan Kawasan Pantai Losari, Makassar. Dengan tarif Rp 300.000, sekoci tersebut dapat mengangkut sepuluh penumpang dengan biaya Rp 300.000.
Tidak tercatat adanya penduduk di pulau ini, namun dalam lima tahun terakhir ini terdapat beberapa bangunan peristirahatan bagi wisatawan. Bangunan-bangunan tersebut dibuat semi permanen dan dikelola oleh seorang warga negara Belanda yang telah menanam kembali beberapa pohon pinus. Pada sisi barat terdapat daratan penghalang yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang tersusun atas material pecahan koral.
Pada pasang terendah, terdapat dataran yang cukup luas, khususnya pada perairan sebelah barat, kedalaman laut mencapai lebih dari 20 meter. Perairan sebelah barat laut hingga 1,5 mil dari pulau, merupakan daerah yang cukup luas dengan kedalaman kurang dari 5 meter, sedangkan perairan sebelah timur dan selatan merupakan alur pelayaran masuk dan keluar dari Pelabuhan Samudera Makassar.
Fasilitas resort telah tersedia bagi yang membutuhkan akomodasi standar. Bagi mereka yang menyenangi snorkling, perairan di sekitar pulau ini merupakan tempat ideal. Kondisi terumbu karangnya terjaga dengan baik dan ikan-ikan karangnya membuat panorama bawah lautnya semakin asri.
Mereka yang tidak menggemari snorkling/diving, dapat menikmati hamparan pasir putihnya yang keindahannya tak kalah dengan Pantai Kuta di Bali. Selain pulau ini bersih dan terawat rapi, terumbu karang dan biota lainnya terjaga baik. Jarak pulau ini tidak terlalu jauh dari Kota Makassar, dengan perahu motor 40 PK, hanya dibutuhkan 40 menit untuk sampai di Pulau Kodingareng Keke.
Waktu tempuh yang relatif singkat, menyebabkan lokasi ini menjadi primadona wisatawan mancanegara dari Kota Makassar untuk sekadar makan siang di pulau ini dan kembali pada sore harinya. Sementara bagi yang ingin menginap, dapat memilih cottage yang ada di pulau itu dengan harga yang relatif murah.
Tak heran, jika pada pasar wisata Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) yang akan berlangsung pertengahan Oktober 2008 di Makassar, pulau ini menjadi salah satu paket tujuan wisata yang disiapkan bagi para buyers dari mancanegara

Lestarikan Kebudayaan Tari Pendet

Tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa.
Tari yang tercipta awal tahun 70-an oleh seniman I Nyoman Kaler ini, menggambarkan penyambutan atas turunnya Dewa-Dewi ke alam Marcapada. Tarian ini merupakan sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti tarian-tarian pertunjukan yang memerlukan pelatihan intensif, tarian ini diajarkan sekadar mengikuti gerakan. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para perempuan yang lebih senior.
Tari Pendet dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura. Biasanya penari menghadap ke arah suci (pelinggih) mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya. Selain tari Pendet, di Bali ada beberapa jenis tari-tarian yang dibawakan para gadis atau perempuan dewasa untuk kelengkapan pelaksanaan kegiatan ritual atau upacara keagamaan.
Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi ‘ucapan selamat datang‘™. Taburan bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ungkapan selamat datang. Meski demikian, tarian ini tetap mengandung muatan-muatan sakral dan religius.
Sebagaimana Pendet, tarian ini sifatnya feminin, karena menuntut gerakan-gerakan yang lemah gemulai seperti tarian Sanghyang Dedari, tari Rejang, Sutri dan tari Gabor. Tarian-tarian Bali yang dipentaskan untuk keperluan upacara keagamaan disebut tarian wali, sedang pementasan di luar pura disebut Balih-balihan.

Lirik Asli Indonesia Raya

Ini lho!!!teks asli lagu kebangsaan kita bro....n sis...

Wisata Bahari Lamongan

Tanjung Kodok kini telah berubah wajah. Tempat yang dulunya boleh dibilang sepi dikunjungi wisatawan, sekarang telah berubah menjadi salah satu objek wisata andalan Jawa Timur. Sebuah kawasan wisata tahap awal seluas 17 hektar telah dibangun guna memenuhi kebutuhan sarana hiburan bagi keluarga Jawa Timur maupun dari seluruh wilayah Indonesia. Kawasan wisata itu dikenal dengan nama Wisata Bahari Lamongan atau Jatim (Jawa Timur) Park II, yang merupakan "saudara kandung" dari Jatim Park I yang berlokasi di kota administratif Batu - Malang. Kawasan wisata ini sepintas memiliki konsep tak jauh beda dengan Pantai Ancol - Jakarta. Berbagai sarana hiburan atau permainan tersedia dan bertebaran dilokasi ini. Aneka wisata yang tersedia diantaranya adalah: Banana Boat, Jetski, Permainan Air, Sarang Bajak Laut, Playground, Circuit Go Kart, Bumpers Boat,

 Planet Kaca, Space Shuttle, Rumah Sakit Hantu, Goa Insectarium, Rumah Kucing, Galeri Kapal & Keong. Sebuah kolam renang yang cukup luas lengkap dengan permainan air tersedia juga disini siap menghibur pengunjung untuk berenang maupun sekedar bermain air. Pasir pantai yang berbutir halus dan berwarna putih kecoklatan juga bisa digunakan untuk berbagai permainan maupun olahraga pantai. Hal yang sangat beda dibandingkan Pantai Ancol - Jakarta adalah warna lautnya yang lebih biru, sungguh enak dipandang dan dinikmati.dari tepian pantai.

masjid agung tuban is a beautiful mosque in Indonesia



Masjid yang terletak di kota Tuban ini, memiliki arsitektur yang menarik. Mulai dari kubah sampai pemilihan warnanya. Selain unik, masjid ini juga terletak dekat dengan makam Sunan Bonang "Wali Songo". Jadi, dengan mengunjungi masjid ini kita juga bisa mengunjungi makam Sunan Bonang. So, aku tunggu kedatanganmu ke Tuban-Beautiful of Indonesia